TNI Korem Lilawansa dan Relawan Latihan Bersama Penanggulangan Bencana di Aceh

Oleh
e0c0whwpphzg7qqiizkc

LHOKSEUMAWE-Satuan TNI Korem 011 Lilawangsa bersama Pemerintah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, mengandeng ratusan relawan yang tergabung dalam Tim Penanggulangan Bencana Alam (Gubencal) untuk menggelar latihan bersama tanggulangi bencana. Meski di tengah pandemi COVID-19, mereka tetap semangat latihan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Latihan penanggulangan bencana diikuti oleh unsur TNI, SAR, BPBD, jurnalis, Dinas Sosial, PMI, Mahasiswa, Pramuka Peduli, Rapi, dan organisasi lainnya yang ada di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Mereka dirangkul untuk menjadi relawan kebencanaan. Secara keseluruhan, latihan melibatkan 300 personel gabungan selama lima hari.
“Kegiatan digelar menginggat Provinsi Aceh, khususnya Wilayah Korem 011 Lilawangsa merupakan daerah rentan rawan bencana alam, baik bencana kebakaran, banjir, kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, gempa bumi dan tanah longsor,” kata Kasi Ops Korem 011/LW Mayor Inf Andri Sagita Putra, mewakil Danrem Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro, usai menutup penutupan latihan Gubencal, di Desa Parang Sikureng, Matang Kuli, Aceh Utara, Jumat (20/11/2020).
Menurutnya, sesuai data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tahun 2020 di Indonesia, sudah terjadi 2.059 bencana alam, dan Aceh adalah satu dari lima provinsi yang rentan bencana.
Kata Mayor Andri, dipilihnya lokasi simulasi di Desa Parang Sikureng tersebut karena dari hasil pemetaan wilayah, terdapat beberapa desa di Kecamatan Matang Kuli yang kerap terjadi bencana alam banjir setiap tahunnya.
"Alhamdulillah pelaksanaan kegiatan simulasi penanganan bencana alam berjalan lancar. Pelaksanaan dalam pemahaman teori yang telah disampaikan dapat diterima peserta mencapai 80 persen, sudah dapat diaplikasikan di lapangan apabila terjadi bencana alam yang tidak kita harapkan," kata Mayor Andri Sagita.
Salah satu latihan yang dilakukan adalah simulasi penanganan bencana banjir yang melanda kawasan tersebut akibat meluapnya Krueng (Sungai) Keureutoe, karena hujan deras. Dalam simulasi, para relawan harus bekerja keras menyelamatkan 8 orang warga yang terbawa arus sungai.

Komentar

Loading...