Kunjungi TMMD Ke-110 Bireuen, Danrem 011/LW Selain Temui Satgas dan Warga Penerima Rumah Layak Huni, Sebut Pentingnya Penyuluhan Bahaya Narkoba

Oleh
fb3c5b57-e953-4dc7-85e7-8514063154b0

Bireuen - TNI Manunggal Membangun Desa ke 110 Kodim 0111/Bireuen masih berlangsung, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro, Kamis (18/3/2021) meninjau pelaksanaan pekerjaan TMMD, di Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Danrem 011/Lilawangsa didampingi Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf Zainal Abifin Rambe, menemui personel Satgas TMMD 110 yang sedang mengerjakan bangunan Rumah Layak Huni yang hampir rampung bersama warga.

Selain itu, di sela kunjungannya, Danrem Baskoro sempat bertemu Mulyadi dan istri pemilik rumah yang dibangun, sekaligus makan bersama di samping pembangunan rumah tersebut.

Kepada sejumlah media, Danrem mengatakan tujuannya untuk melihat progres TMMD ke 110 Tahun 2021 Kodim 0111/Bireuen, di Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa.

Danrem Baskoro menjelaskan bahwa pekerjaan TMMD hingga saat ini sudah mencapai 95%. Diantaranya, peningkatan jalan sepanjang 10 kilometer yang melewati tiga desa, Desa Alu Lime, Mon Mane dan Desa Cut Mugo. “Ya walaupun jalan yang kita bangun belum diaspal namun sudah bisa dilewati kendaraan roda empat, dan intinya mempermudah mobilitas dan distribusi hasil panen masyarakat, seperti jagung, pinang dan lain-lain. Alhamdulillah", ungkap Danrem.

Kemudian pembangunan rumah Rumah Layak Huni yang sudah mencapai 85%. Rumah tersebut juga akan dilengkapi dengan jamban sehat. Selain program fisik, kegiatan TMMD juga diisi program non fisik seperti penyuluhan kesehatan serta bahaya Narkoba.

"Ancaman Narkoba saat ini sudah luar biasa, terutama daerah pesisir utara. Sehingga program-program nonfisik berupa penyuluhan bahaya narkoba itu wajib selalu ada disetiap program TMMD", terang Danrem.

Selain itu, juga dilakukan pekerjaan sosial, diantaranya pengecatan Menasah, Mushola dan lainnya yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat.

Diharapkan pada tanggal 31 Maret rampung diselesaikan dan akan diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Bireuen, serta kepada pemilik rumah tentunya", tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, pemilik rumah, Mulyadi dan istri, mengaku selama ini tinggal di rumah yang bisa dikatakan jauh dari kata layak. Begitupun pekerjaannya sebagai petani penggarap yang hanya menerima upah hasil berkebun.

Dengan nada haru, Ia mengaku bahwa dengan adanya program TMMD ini sangat membantu dirinya bersama keluarga, dan juga masyarakat desanya, baik berupa pembangunan rumah, jalan dan bantuan lainnya. Apalagi bantuan ini tidak pernah mereka duga sebelumnya.

Diakhir kunjungannya, Danrem berharap, program TMMD dapat bermanfaat dan dapat membantu masyarakat, terutama disaat ini pandemi masih berlangsung. Danrem juga berpesan tentunya kepada masyarakat tetap bersemangat dan tetap berupaya dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada.

"Kita punya potensi luar biasa, tanah subur dan cocok untuk tanaman jagung dan berbagai tanaman lainnya. Tadi kita sudah sampaikan ke pak Dandim dan pak Dewan, kita punya bibit tanaman keras seperti Alpukat, pinang, nangka, durian, mangga, kelengkeng. Kalau mau, kami kirim. Gratis. Yang penting ditanam. Sambil menanam jagung bisa tanam pohon keras itu, dengan tujuan membantu meningkatkan perekonomian juga berfungsi sebagai konservasi bagi alam sekitar", pungkas Danrem.

Komentar

Loading...